Purbalingga – Dalam rangka memperingati Hari Pohon Sedunia 2025, Forum Pohon Langka Indonesia (FPLI) bersama Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta menyelenggarakan Seminar Nasional Pohon Langka yang mengusung tema penting: “Mengarusutamakan Konservasi Pohon Langka untuk Keberlanjutan Ekosistem dan Kehidupan.”

Sebagai salah satu kolaborator, Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Ilmu Lingkungan UIN Profesor K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto sukses menyelenggarakan kegiatan edukatif turunan, yaitu “Nonton Bareng Seminar Pohon Langka 2025.” Acara yang digelar pada Kamis, 20 November 2025, di Kampus II Purbalingga ini bertujuan utama untuk meningkatkan literasi konservasi dan memicu aksi kolektif di kalangan mahasiswa serta masyarakat dalam upaya melestarikan keanekaragaman hayati lokal.
Acara “Nonton Bareng Seminar Pohon Langka 2025” ini menarik antusiasme tinggi dari mahasiswa lintas fakultas dan perwakilan komunitas peduli lingkungan di wilayah tersebut. Pihak penyelenggara menjelaskan bahwa inisiatif tersebut merupakan wujud nyata komitmen kampus untuk mendukung upaya mengarusutamakan konservasi pohon langka. Tujuan utamanya adalah mendorong transformasi kampus menjadi pusat konservasi ex situ dan Laboratorium Alam Terbuka bagi flora endemik yang terancam punah. Sebagai langkah konkret, kegiatan ini juga disusul dengan penanaman simbolis beberapa spesies pohon langka yang diperoleh melalui jaringan kolaborasi FPLI. Melalui rangkaian kegiatan edukatif dan aksi nyata ini, UIN Saizu berharap dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa pelestarian keanekaragaman hayati adalah tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat.

Lebih dari sekadar acara seremonial, kegiatan yang diinisiasi oleh HMPS Ilmu Lingkungan ini diletakkan sebagai fondasi awal bagi program konservasi jangka panjang. Rencana ke depan, UIN Saizu bertekad memperluas kolaborasi dengan pemerintah daerah dan komunitas lokal untuk menjadikan area kampus dan sekitarnya sebagai zona penyangga ekologis. Langkah ini diharapkan mampu menginspirasi perguruan tinggi lain di Jawa Tengah untuk mengambil peran serupa dalam perlindungan keanekaragaman hayati. “Pelestarian pohon langka bukan hanya tentang menanam, tetapi tentang memelihara kesadaran dan merawat ekosistem secara berkelanjutan,” kata salah seorang dosen pembimbing, menekankan bahwa pendidikan lingkungan adalah kunci keberhasilan program konservasi nasional. Inisiatif mahasiswa ini membuktikan bahwa generasi muda adalah motor penggerak utama dalam menjaga warisan alam Indonesia.