Prodi Ilmu Lingkungan Gelar Studium General, Bahas Teknologi Pengukuran dan Aplikasinya dalam Bidang Lingkungan

author-img Eko AR September 16, 2026 No Comments

Purbalingga, 16 September 2026 — Program Studi Ilmu Lingkungan, Fakultas Sains dan Teknologi UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto menyelenggarakan Studium General dengan tema “Teknologi Pengukuran dan Aplikasinya dalam Bidang Ilmu Lingkungan”, Rabu (16/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lantai 3 Gedung Fakultas Sains dan Teknologi, Kampus II UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto tersebut menghadirkan Dr. R. Rudi Anggoro Samodro, M.Sc. sebagai narasumber. Dr. Rudi merupakan peneliti pada Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan saat ini tercatat sebagai peneliti pada Pusat Riset Teknologi Manufaktur Peralatan serta Ketua Kelompok Riset Teknologi Manufaktur Sistem Pengukuran.

Kegiatan dimulai dengan sambutan dan pembukaan oleh Wakil Dekan I Fakultas Sains dan Teknologi, Dr. Fajar Hardoyono, S.Si., M.Sc. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pentingnya kegiatan akademik yang menghadirkan praktisi dan peneliti sebagai bagian dari upaya memperluas wawasan mahasiswa serta memperkuat keterkaitan antara pembelajaran di perguruan tinggi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Menurutnya, mahasiswa Ilmu Lingkungan perlu memiliki pemahaman yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga mampu mengikuti perkembangan teknologi yang digunakan dalam pemantauan dan penyelesaian berbagai persoalan lingkungan. Kehadiran narasumber dari lingkungan riset nasional diharapkan dapat memberikan pengalaman dan perspektif baru bagi mahasiswa mengenai penerapan ilmu pengetahuan dalam praktik penelitian dan pemantauan lingkungan.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi oleh Dr. Rudi Anggoro Samodro. Dalam paparannya, narasumber membahas berbagai aspek teknologi pengukuran lingkungan, khususnya penerapannya dalam pemantauan kualitas udara. Materi mencakup penggunaan low-cost sensor, metode baku pengambilan contoh uji, kalibrasi, serta pengujian kinerja instrumen pemantauan kualitas udara.

Teknologi Pengukuran untuk Mendukung Pemantauan Lingkungan

Salah satu pembahasan penting dalam Studium General adalah pengembangan sistem pemantauan kualitas udara berbasis low-cost sensor. Teknologi ini dapat dikembangkan melalui proses kalibrasi dan pengujian kinerja sehingga penggunaannya dapat mendukung kegiatan pemantauan lingkungan secara lebih luas. Dalam materi juga dibahas pentingnya kolaborasi, pemetaan infrastruktur kolokasi, serta pengembangan sistem pengukuran kualitas udara yang mampu melakukan kalibrasi secara berkala. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa teknologi pengukuran membutuhkan dukungan metodologi dan sistem pengendalian kualitas agar data yang dihasilkan dapat digunakan secara tepat.

Pembahasan kemudian diperluas pada penerapan pengukuran kualitas udara secara in situ menggunakan instrumen portabel. Salah satu contoh penelitian yang dipaparkan menggunakan instrumen yang dipasang pada atap kendaraan untuk melakukan pengukuran pada beberapa karakteristik lokasi, seperti persimpangan lalu lintas, tepi jalan utama, kawasan permukiman, dan area konstruksi. Parameter yang diukur antara lain partikulat PM2.5 dan PM10 serta sejumlah polutan gas.

Data hasil pengukuran tersebut selanjutnya dapat dikombinasikan dengan pendekatan analisis spasial dan pemodelan. Materi memperlihatkan penggunaan K-Means Clustering untuk mengelompokkan karakteristik polutan serta Back Trajectory Analysis untuk membantu melacak asal pergerakan massa udara dan mengidentifikasi kemungkinan sumber polusi.

Membangun Pemahaman Lingkungan Berbasis Data

Paparan tersebut memberikan gambaran bahwa perkembangan teknologi pengukuran membuka peluang bagi ilmu lingkungan untuk menghasilkan informasi yang semakin detail dan berbasis data. Kombinasi sensor portabel dengan pemodelan spasial dapat membantu membedakan karakteristik sumber polusi secara cepat dan efisien.

Narasumber juga menunjukkan pentingnya memperhatikan keterbatasan data. Pengukuran yang dilakukan dalam waktu dan lokasi terbatas merupakan snapshot, sehingga diperlukan penambahan lokasi spasial dan durasi pemantauan temporal yang lebih panjang untuk memperoleh gambaran kondisi lingkungan yang lebih komprehensif. Data awal tersebut juga dapat dimanfaatkan sebagai preliminary tool untuk menentukan lokasi prioritas pembangunan stasiun pemantauan permanen.

Pada bagian penutup, Dr. Rudi menegaskan bahwa ilmu pengukuran merupakan bagian penting dalam rekayasa sistem pemantauan lingkungan. Proses pengukuran tidak berhenti pada penggunaan alat, tetapi mencakup pemilihan sensor, perancangan sistem, karakterisasi, kalibrasi, verifikasi, pengolahan, hingga interpretasi data. Setiap tahapan perlu mempertimbangkan tujuan pengukuran dan kualitas hasil yang diharapkan.

Dengan demikian, teknologi pengukuran tidak sekadar menghasilkan data, tetapi harus mampu menghasilkan data yang reliable dan dapat dipertanggungjawabkan. Pemahaman tersebut menjadi penting bagi mahasiswa Ilmu Lingkungan dalam menghadapi kebutuhan pengelolaan lingkungan yang semakin membutuhkan dukungan data, teknologi, dan pendekatan analitis.

Memperkuat Talenta Riset Mahasiswa

Kegiatan Studium General ini juga relevan dengan upaya pengembangan talenta riset bagi mahasiswa. BRIN melalui Direktorat Manajemen Talenta mengembangkan berbagai program untuk membuka akses pengembangan kompetensi dan pengalaman riset bagi mahasiswa, akademisi, dan calon talenta riset. Pada 2026, salah satunya adalah Program Magang BRIN, yang diarahkan untuk memberikan pengalaman penelitian sekaligus memperkenalkan jalur pengembangan karier di bidang riset.

Informasi mengenai Manajemen Talenta BRIN tersebut menjadi peluang bagi mahasiswa Ilmu Lingkungan untuk mengenal lebih jauh ekosistem riset nasional dan berbagai skema pengembangan talenta yang tersedia. Dengan demikian, kegiatan akademik seperti Studium General tidak hanya memperkaya pengetahuan mahasiswa mengenai teknologi pengukuran lingkungan, tetapi juga dapat menjadi bagian dari penguatan orientasi mahasiswa terhadap riset, inovasi, dan pengembangan kompetensi profesional.

Melalui kegiatan Studium General ini, Program Studi Ilmu Lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Prof. K.H. Saifuddin Zuhri Purwokerto terus mendorong penguatan wawasan akademik mahasiswa sekaligus memperluas jejaring dengan para peneliti dan praktisi. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan inspirasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan dalam pengukuran, analisis data, penelitian, dan penerapan teknologi dalam bidang ilmu lingkungan.