PURWOKERTO — Prestasi gemilang di kancah nasional kembali ditorehkan oleh civitas akademika UIN Profesor Kiai Haji Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto. Melalui pengumuman resmi Keputusan Ketua Forum Dekan Fakultas Sains dan Teknologi Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (FORDEK FST PTKIN) Nomor 004/SK.FORDEKFST/2026 yang dirilis pada tanggal 8 Juni 2026, tim mahasiswa Program Studi Ilmu Lingkungan UIN Saizu berhasil menyabet Juara 2 dalam ajang bergengsi Kompetisi Sains dan Teknologi (KST PTKI) II Tahun 2026.
Kompetisi berskala nasional ini merupakan kerja sama strategis antara FORDEK FST PTKIN Se-Indonesia dengan Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi selaku tuan rumah penyelenggara.
Delegasi UIN Saizu yang diwakili oleh Sabrililah Raya Fadwa Addin Zaldani bersama rekan timnya, Naufal Abdi Valencia, sukses memukau dewan juri pada kategori *Lomba Pemetaan Tematik dengan Google My Maps, khususnya pada *Sub-tema 1: Pemetaan Jejak Ekologis dan Degradasi Lingkungan.
Sinergi Hasil Riset Lapangan di Kawasan Karst Gombong
Karya monumental yang dipersembahkan oleh tim UIN Saizu ini tidak lahir begitu saja. Keberhasilan akademis ini berakar kuat dari dedikasi, keaktifan, dan konsistensi Sabrililah dan Naufal dalam berbagai kegiatan riset lapangan di Kawasan Karst Gombong, Kebumen. Wilayah karst tersebut selama ini dikenal memiliki karakteristik hidrologi yang sangat unik namun rentan terhadap intervensi antropogenik dan pencemaran lingkungan.

Selama menempuh studi, keduanya aktif memosisikan diri sebagai asisten lapangan untuk berbagai penelitian dosen di program studi Ilmu Lingkungan. Fokus kajian lapangan mereka mencakup analisis hidrogeokimia serta pengujian kualitas air sungai bawah tanah. Rekam jejak akademik mereka kian kokoh melalui keterlibatan aktif dalam riset siklus karbon di kawasan karst, berkolaborasi dengan lembaga riset lintas institusi bereputasi tinggi seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Deutsche Gesellschaft für Internationale Zusammenarbeit (GIZ) Jerman, dan perwakilan peneliti dari negara China.

Karya ilmiah spasial yang mereka lombakan berjudul “Pemetaan Kerentanan Airtanah Karst Berbasis Model COP sebagai Dasar Zonasi Perlindungan Sistem Sungai Bawah Tanah Goa Barat, Kebumen”. Melalui pemetaan tematik tersebut, jejak ekologis dan tingkat degradasi lingkungan di sekitar sistem hidrologi Goa Barat dapat teridentifikasi secara presisi dan interaktif.

Bimbingan Intensif Dosen Pendamping
Penyusunan komponen spasial dan visualisasi data yang komprehensif ini merupakan buah dari bimbingan intensif para dosen pakar di Program Studi Ilmu Lingkungan UIN Saizu. Adalah Bapak Gangsar Edi Laksono, M.Sc. dan Bapak Eko Ahmad Riyanto, M.Sc. yang bertindak langsung sebagai dosen pembimbing ilmiah. Keduanya setia mendampingi dan mengarahkan tim mahasiswa sejak tahap pengolahan data spasial primer, konseptualisasi analisis kerentanan, hingga tahap finalisasi presentasi pada platform Google My Maps.
Prestasi berskala nasional ini menjadi bukti nyata bahwa mahasiswa Prodi Ilmu Lingkungan UIN Saizu tidak hanya unggul di ruang kelas, melainkan mampu mengaplikasikan teknologi spasial modern demi solusi kelestarian bumi dan kemaslahatan masyarakat luas.