Purbalingga – Dalam upaya mencetak generasi ahli lingkungan yang kompeten dan responsif terhadap isu perubahan iklim, mahasiswa Program Studi Ilmu Lingkungan UIN Saizu menggelar praktikum lapangan pengukuran cadangan karbon biomassa dan tanah. Kegiatan ini dilaksanakan di Hutan Kota Purbalingga pada hari Kamis 16 dan Jumat 17 April 2026.

Praktikum kali ini tidak hanya sekadar mengambil sampel secara acak, melainkan wajib menerapkan standar regulasi nasional yang ketat, yaitu SNI 7724:2019 tentang Pengukuran dan Perhitungan dan Perhitungan Cadangan Karbon – Pengukuran Lapangan untuk Penaksiran Cadangan Karbon Berbasis Lahan.
Dosen Pengampu Kuliah Lapangan, Gangsar Edi Laksono, M.Sc., menjelaskan bahwa pemahaman terhadap SNI ini sangat krusial bagi mahasiswa di era pasar karbon yang tengah berkembang saat ini.
“Kami ingin mahasiswa tidak hanya tahu teori tentang perubahan iklim, tetapi memiliki keterampilan praktis yang diakui secara nasional. Dengan mengacu pada SNI 7724:2019, data estimasi karbon yang mereka hitung—baik dari biomassa di atas permukaan tanah hingga karbon organik di dalam tanah—memiliki validitas dan akurasi yang tinggi,” ujar Gangsar Edi Laksono.

Selama praktikum, mahasiswa dibagi ke dalam beberapa tim untuk melakukan serangkaian prosedur ilmiah. Mereka memulainya dengan pembuatan plot contoh (sampling plot) sesuai zonasi, mengukur diameter pohon (DBH/Diameter at Breast Height) untuk menghitung biomassa atas permukaan, hingga melakukan pengeboran tanah untuk mengambil sampel guna analisis laboratorium.

Melalui praktikum berbasis standar nasional ini, Program Studi Ilmu Lingkungan UIN Saizu Purwokerto berkomitmen untuk terus mendukung target Net Zero Emission pemerintah dengan melahirkan akademisi dan praktisi lingkungan yang siap menyajikan data karbon yang akuntabel dan tersertifikasi.
